Додому Berita dan Artikel Terbaru Kecelakaan Robotaxi Waymo: Kesalahan Manusia, Bukan Otonomi, yang Harus Disalahkan

Kecelakaan Robotaxi Waymo: Kesalahan Manusia, Bukan Otonomi, yang Harus Disalahkan

Prototipe robotaxi Waymo Ojai baru-baru ini menabrak beberapa mobil yang diparkir di Los Angeles, memicu kekhawatiran awal tentang keselamatan kendaraan otonom. Namun, insiden tersebut disebabkan oleh pengemudi manusia yang mengoperasikan kendaraan dalam mode manual, bukan kegagalan sistem self-driving.

Detail Insiden

Kecelakaan itu terjadi sekitar jam 11 pagi pada tanggal 25 Januari di Echo Park, dekat Stadion Dodger. Rekaman pengawasan menunjukkan kendaraan Waymo melaju menuruni bukit sebelum kehilangan kendali dan menabrak beberapa mobil yang diparkir di sepanjang tepi jalan. Seorang pejalan kaki yang sedang membongkar barang belanjaan nyaris tidak terkena serangan, dan menggambarkan kejadian tersebut sebagai “hampir tidak terjadi”.

Pemilik rumah Jorge Don Antonio, yang mobil ibunya ditabrak, menceritakan kejadian tersebut: “Anda dapat melihat dari video – Waymo kehilangan kendali di jalan dan kebetulan menabrak mobil ibu saya.” Untungnya, tidak ada korban luka serius, meski paramedis memeriksa warga sekitar sebagai tindakan pencegahan.

Tanggapan Waymo

Waymo membenarkan bahwa kendaraan tersebut dalam mode manual dan tidak ada penumpang di dalamnya pada saat kecelakaan terjadi. Pihak perusahaan belum membeberkan penyebab spesifik pengemudi kehilangan kendali.

Masalah Berulang

Lokasi kecelakaan memiliki sejarah insiden serupa, menurut Don Antonio. Dia menjelaskan, “Ini adalah jalan satu arah, dan kami berada di dekat Stadion Dodger. Selama pertandingan, ia kehilangan kendali… Sayangnya ini bukan pertama kalinya.” Hal ini menunjukkan potensi faktor lingkungan atau pola perilaku pengemudi yang mungkin berkontribusi terhadap masalah ini.

Insiden ini menggarisbawahi bahwa bahkan dengan kemajuan teknologi, kesalahan manusia masih merupakan faktor penting dalam kecelakaan kendaraan. Meskipun sistem otonom Waymo dirancang untuk keselamatan, pengoperasian manual menimbulkan risiko yang terkait dengan mengemudi tradisional.

Kecelakaan ini kemungkinan akan mendorong Waymo untuk meninjau dan memperkuat protokol keselamatannya untuk penggantian manual, bahkan ketika Waymo terus mengembangkan kemampuan yang sepenuhnya otonom. Insiden ini menjadi pengingat bahwa meskipun mobil self-driving bertujuan untuk mengurangi kecelakaan, namun tidak menghilangkan potensi tabrakan yang disebabkan oleh manusia.

Exit mobile version