Perusahaan Konversi EV Australia AUSEV Runtuh Setelah Ford Menghentikan Produksi F-150 Lightning

14

Perusahaan konversi kendaraan listrik Australia, AUSEV, telah memasuki kurator, dan perusahaan induknya, BossCap, menyebutkan perubahan mendadak dalam strategi global Ford sebagai penyebab utamanya. Keruntuhan ini berdampak pada sekitar 100 karyawan dan menyebabkan pelanggan berpotensi kehilangan jaminan.

Latar Belakang: Peran AUSEV di Pasar Australia

Didirikan pada tahun 2012, AUSEV mengkhususkan diri dalam mengimpor pickup listrik Ford F-150 Lightning dan mengubahnya menjadi penggerak kanan untuk pasar Australia. Perusahaan ini melayani pelanggan armada dan individu, termasuk Bandara Brisbane dan BHP, memanfaatkan kurangnya ketersediaan F-150 listrik resmi dari Ford Australia.

Pergeseran Strategi Ford dan Konsekuensinya

Pada bulan Desember 2025, Ford tiba-tiba menghentikan F-150 Lightning setelah hanya empat tahun produksi. Produsen mobil tersebut memfokuskan kembali pengembangan kendaraan listriknya ke kendaraan listrik jarak jauh (EREV) – hibrida dengan generator bensin – sebuah langkah yang secara langsung melemahkan model bisnis AUSEV.

Keputusan untuk mematikan F-150 Lightning dikatakan sebagai bagian dari peralihan strategis pada kendaraan bertenaga baterai.

Meskipun penjualan dan minat pasar meningkat, jalur pasokan AUSEV “terganggu secara signifikan” oleh keputusan Ford. Perusahaan ini hampir sepenuhnya mengandalkan Lightning untuk konversi kendaraan listriknya, sehingga rentan terhadap perubahan rencana produksi Ford.

Hari-Hari Terakhir dan Penerimaan

Hanya satu hari sebelum BossCap dimasukkan ke dalam penerima pada 17 Maret 2026, AUSEV mengiklankan pengiriman lanjutan F-150 Lightning di media sosial, menjual pickup tersebut dengan harga sekitar AUD $109,990. Penerima telah menghentikan operasi saat menilai bisnis dan saat ini tidak dapat memenuhi kewajiban garansi.

Beralih Dari Konversi

Keruntuhan ini menyusul keputusan BossCap sebelumnya untuk mengakhiri konversi lokal kendaraan bertenaga pembakaran melalui anak perusahaannya, SCD Remanufactured Vehicles, pada bulan Maret 2024. Perusahaan ini sebelumnya berspesialisasi dalam konversi kemudi kanan pada truk-truk Amerika seperti Ram 1500, namun fokusnya beralih ke kendaraan listrik sebelum akhirnya gagal.

Kasus AUSEV menggarisbawahi risiko yang melekat dalam ketergantungan pada pasokan kendaraan pihak ketiga untuk pasar konversi khusus. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kelangsungan jangka panjang konversi kendaraan listrik purnajual dalam menghadapi perubahan strategi pabrikan.

Попередня статтяRekor Denda Mengebut Dikeluarkan di Inggris dan Wales: 2,5 Juta Pengemudi Dihukum pada tahun 2024
Наступна статтяSeat dan Cupra Ateca Dihentikan di Pasar Inggris