Lamborghini Meraih Rekor Penjualan Selama Lima Tahun Berturut-turut

7

Lamborghini telah mengumumkan angka penjualan global terbaiknya untuk tahun 2025, mengirimkan 10,747 kendaraan ke seluruh dunia. Ini menandai rekor penjualan selama lima tahun berturut-turut, menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan sejak 2021 dan tahun ketiga berturut-turut melebihi 10,000 unit. Jumlah total pada tahun 2025 melampaui rekor sebelumnya yang dibuat pada tahun 2024 dengan selisih tipis yaitu 60 kendaraan.

Tenaga Hibrid Mendorong Pertumbuhan

Kesuksesan perusahaan terkait langsung dengan pengenalan teknologi hibrida di seluruh lini produknya. Revuelto, supercar hybrid pertama Lamborghini yang menampilkan mesin V12 dan bantuan listrik, telah menjadi pendorong utama. Pengiriman model hybrid kedua, Temerario (ditenagai oleh mesin hybrid V8 twin-turbo), kini sedang berlangsung.

Bahkan Urus SUV bervolume tinggi memperoleh opsi hibrida plug-in, sehingga semakin meningkatkan penjualan. Lamborghini juga memproduksi Fenomeno yang sangat terbatas, model V12 yang hanya diproduksi 29 unit secara global, untuk melayani pembeli dengan kekayaan bersih sangat tinggi.

Kinerja Pasar dan Lanskap Pesaing

Wilayah penjualan terkuat Lamborghini tetap berada di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA), dengan 4.650 pengiriman pada tahun 2025. Amerika menyusul dengan 3.347 kendaraan, sedangkan wilayah Asia-Pasifik (APAC), termasuk Australia (272 pengiriman), menyumbang 2.750 unit.

Dibandingkan dengan kompetitor, Ferrari diperkirakan akan segera mengumumkan hasil kinerjanya pada tahun 2025, setelah melaporkan penjualan yang kuat dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Ferrari mengirimkan 10,488 kendaraan hingga September, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dan berpotensi melampaui rekor tahun 2024 sebanyak 13,752 unit. McLaren menargetkan produksi 6.000 unit pada tahun 2025, sementara Aston Martin diproyeksikan memproduksi sekitar 5.500 unit. Namun Maserati menghadapi hambatan karena tantangan keuangan di perusahaan induknya, Stellantis, dan diperkirakan akan melaporkan penjualan yang lebih rendah.

Pertumbuhan Strategis, Bukan Hanya Volume

Ketua dan CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menekankan bahwa fokus perusahaan tidak hanya memaksimalkan volume tetapi pada “mengkonsolidasi hasil” setelah pertumbuhan selama bertahun-tahun. Ia menyatakan bahwa Lamborghini bertujuan untuk menafsirkan dinamika pasar dan menanggapi ekspektasi pelanggan secara strategis, bahkan dalam lingkungan global yang kompleks.

“Pendekatan ini tidak bertujuan untuk mencapai puncak volume, namun memungkinkan kami untuk mengkonsolidasikan hasil yang dicapai seiring dengan pertumbuhan beberapa tahun terakhir.”

Pendekatan strategis ini menunjukkan bahwa Lamborghini memprioritaskan ekspansi berkelanjutan dibandingkan target penjualan yang agresif, memastikan nilai merek jangka panjang dan kepuasan pelanggan.

Попередня статтяJeep Test Drive Berubah Menjadi Dugaan Upaya Penculikan
Наступна статтяIndustri Otomotif pada tahun 2026: AI, Keterjangkauan, dan Kembali ke Dasar