Sedan Yang Melampaui Corvette C8: Penurunan Performa

6

Chevrolet Corvette C8 telah mendefinisikan ulang performa supercar yang terjangkau, memberikan akselerasi dan pengendalian yang mengesankan. Namun, beberapa sedan berperforma tinggi tidak hanya menyamai tetapi juga melampaui kemampuan Corvette dalam kecepatan garis lurus dan kecepatan tertinggi. Ini bukan hanya tentang kekuatan mentah; ini tentang teknik, distribusi bobot, dan bagaimana produsen memanfaatkan teknologi canggih.

Tolok Ukur Corvette

Corvette C8, dengan tata letak mesin tengah dan V-8 berkekuatan 490 tenaga kuda, berakselerasi dari 0 hingga 60 mph dalam 2,8 detik, berlari sejauh seperempat mil dalam 11,2 detik pada 122 mph, dan mencapai kecepatan tertinggi 194 mph. Angka-angka ini menempatkannya dalam persaingan dengan supercar entry-level. Namun lanskap otomotif telah berkembang, dan beberapa sedan kini menantang tolok ukur ini.

Sedan yang Melampaui Persaingan

Berikut peringkat sepuluh sedan yang mampu mengalahkan Corvette C8 di lintasan lurus, berdasarkan metrik performa dan data yang tersedia:

1. Bentley Flying Spur Speed ​​(207 MPH) : Flying Spur Speed ​​memanfaatkan mesin W-12 twin-turbocharged untuk menghasilkan 626 tenaga kuda. Meskipun beratnya 5.800 pon, ia berakselerasi hingga 60 mph hanya dalam 3,5 detik dan mencapai kecepatan tertinggi 207 mph, melebihi kecepatan puncak Corvette.

2. BMW Alpina B7 (205 MPH) : Dengan berat hampir 4.855 pon, Alpina B7 tidak membiarkan ukurannya menghalangi performa. V-8 turbocharged berkekuatan 600 tenaga kuda mendorongnya hingga 60 mph dalam 3,6 detik, mencapai kecepatan tertinggi 205 mph. Ukurannya menipu, karena melampaui C8 meski jauh lebih berat.

3. Aston Martin Rapide AMR (205 MPH) : Rapide AMR dilengkapi mesin V-12 berkekuatan 580 tenaga kuda, memungkinkannya mencapai 60 mph dalam 4,2 detik dan kecepatan tertinggi 205 mph. Aksen hijau limau yang mencolok membedakannya sebagai mesin yang langka dan cepat, hanya pernah diproduksi 210 unit.

4. Dodge Charger SRT Hellcat Redeye Widebody (203 MPH) : Varian Redeye meningkatkan intensitasnya dengan 797 tenaga kuda (atau 807 dalam paket Jailbreak). Ia mencapai 60 mph dalam 3,5 detik, menempuh jarak seperempat mil dalam 11,5 detik pada 126 mph, dan mencapai kecepatan tertinggi 203 mph.

5. Maserati Ghibli Trofeo (203 MPH) : Didukung oleh V-8 buatan Ferrari yang menghasilkan 580 tenaga kuda, Ghibli Trofeo mencapai 60 mph dalam 3,7 detik dan kecepatan tertinggi 203 mph. Meskipun peluncurannya lebih lambat karena konfigurasi penggerak roda belakangnya, ia melampaui Corvette dalam hal mendapatkan momentum.

6. Jaguar XE SV Project 8 (200 MPH) : XE SV Project 8, dirancang untuk mendominasi lintasan, menghasilkan 592 tenaga kuda dan berakselerasi hingga 60 mph dalam 3,5 detik, mencapai kecepatan tertinggi 320 mph. Penampilannya menghasilkan rekor di Nürburgring dan Laguna Seca.

7. Cadillac CT5-V Blackwing (200 MPH+) : Dengan mesin V-8 6,2 liter supercharged yang menghasilkan 668 tenaga kuda, CT5-V Blackwing mencapai 60 mph dalam waktu kurang dari 3,7 detik dan melebihi 300 mph. Versi yang disetel Hennessey mendorongnya hingga 1.000 tenaga kuda, mempertahankan waktu akselerasi yang sama.

8. Mercedes-AMG GT63 S (196 MPH) : GT63 S menghasilkan 55 tenaga kuda lebih besar dibandingkan GT63 standar, berakselerasi hingga 60 mph dalam 2,6 detik dan mampu menempuh jarak seperempat mil dalam 10,7 detik. Ia mencapai kecepatan puncak 196 mph, mengungguli Corvette C8.

9. Dodge Charger SRT Hellcat Widebody (196 MPH) : Hellcat Widebody, dengan mesin V-8 6,2 liternya, mencapai 60 mph dalam 3,8 detik dan mencapai kecepatan maksimum 196 mph. Meskipun akselerasinya lebih lambat dibandingkan C8, ia menyamai kecepatan tertingginya.

10. Porsche Panamera Turbo S (196 MPH) : V-8 twin-turbocharged di Panamera Turbo S menghasilkan 620 tenaga kuda, meluncurkannya hingga 60 mph dalam 2,8 detik. Ia menempuh jarak seperempat mil dalam 10,9 detik, mengungguli C8 dengan 0,3 detik, dan mencapai kecepatan tertinggi 196 mph.

Lanskap Kinerja yang Berubah

Sedan ini membuktikan bahwa performa tinggi tidak hanya terbatas pada mobil sport tradisional. Kombinasi mesin canggih, transmisi canggih, dan distribusi bobot yang cerdas memungkinkan kendaraan ini mengungguli Corvette dalam metrik tertentu. Industri otomotif terus berkembang, dan produsen semakin mendorong batasan mengenai apa yang mungkin dilakukan di segmen sedan mewah dan performa tinggi.

Pada akhirnya, meskipun Corvette C8 tetap menjadi pesaing yang tangguh, Corvette C8 tidak lagi menjadi raja kecepatan di jalur lurus yang tak terbantahkan. Sepuluh sedan ini menunjukkan bahwa kemewahan, kenyamanan, dan performa luar biasa dapat hidup berdampingan.

Попередня статтяMercedes Mengganti EQE dengan Electric E-Class: Pergeseran Strategi
Наступна статтяMitos Mercedes-AMG CLE: Kembalinya Pembangkit Tenaga V8