Sistem Self-Driving ‘God’s Eye’ BYD Menghadapi Masalah Keamanan Yang Serius

4

Produsen mobil Tiongkok, BYD, secara agresif meluncurkan sistem bantuan pengemudi canggihnya, yang dijuluki “Mata Tuhan”, di seluruh jajaran kendaraannya. Sistem tersebut, yang dimaksudkan untuk menyaingi Autopilot Tesla, kini menghadapi banyak keluhan mengenai malfungsi yang berbahaya, termasuk kejadian di mana kendaraan hampir menabrak lalu lintas.

Adopsi Awal, Masalah yang Meluas

Berbeda dengan paket Full Self-Driving opsional Tesla, BYD menjadikan standar “God’s Eye” pada lebih dari 2,5 juta kendaraan di Tiongkok. Salah satu pemilik SUV mewah Yangwang U8 seharga $160.000 melaporkan bahwa sistem tersebut tiba-tiba berakselerasi dan membelok menuju median, sementara insiden lain hampir mengakibatkan tabrakan langsung. Malfungsi ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan perangkat lunak sebelum penerapan massal.

Skala vs. Kontrol

Produsen mobil di Barat biasanya menerapkan fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut sebagai peningkatan opsional pada model tertentu, sehingga memungkinkan pengujian dan penyempurnaan yang lebih terkontrol. Keputusan BYD untuk melengkapi hampir seluruh jajaran produknya—mulai dari hatchback terjangkau hingga SUV kelas atas—dengan sistem ini telah memperkuat visibilitas kelemahan ini. Pendekatan ini sangat kontras dengan pesaing seperti Ford dan GM, yang sering menunda atau membatasi peluncuran teknologi tersebut sampai masalah perangkat lunak terselesaikan.

Inkonsistensi Perangkat Keras Memperumit Pengujian

Yang semakin memperumit situasi adalah penerapan BYD yang bervariasi antar model. Beberapa kendaraan menyertakan sensor lidar, sementara yang lain hanya mengandalkan sistem berbasis kamera. Ketidakkonsistenan ini membuat identifikasi dan penyelesaian bug menjadi lebih sulit, karena paket perangkat keras tidak seragam di seluruh lini produk.

Penerapan cepat sistem “God’s Eye” BYD menunjukkan risiko dalam memprioritaskan kecepatan pasar dibandingkan validasi perangkat lunak secara menyeluruh. Insiden-insiden ini menyoroti pentingnya pengujian bertahap dan peluncuran terkendali dalam teknologi mengemudi otonom.

Попередня статтяFord F-150 (2026): Review Komprehensif Truk Terlaris Amerika
Наступна статтяCupra Tavascan Menerima Pembaruan Penting untuk tahun 2026: Model Dasar Lebih Murah dan Layar Lebih Besar