Penjualan Mobil Listrik Bekas Lebih Banyak daripada Mobil Berbahan Bakar Gas Meskipun Pasar Melambat

11

Pasar mobil bekas sedang lesu, dengan kendaraan yang berada di dealer 40% lebih lama dibandingkan tahun lalu. Namun, kendaraan listrik (EV) terbukti menjadi pengecualian, karena terjual lebih cepat dibandingkan mobil bertenaga bensin. Tren ini menimbulkan pertanyaan tentang permintaan konsumen dan laju sebenarnya adopsi kendaraan listrik di luar dominasi Tesla.

Tren Pasar Mobil Bekas

Analisis iSeeCars baru-baru ini terhadap lebih dari 960.000 transaksi kendaraan bekas di bulan Februari menunjukkan adanya perlambatan: rata-rata penjualan mobil bekas kini membutuhkan waktu 53 hari, naik dari 37,7 hari pada tahun lalu. Alasannya sederhana: harga yang tinggi secara keseluruhan, dan konsumen bertahan lebih lama pada kendaraan yang mereka miliki. Stagnasi ini penting karena perputaran yang lebih lambat berdampak pada profitabilitas dealer dan memberi pembeli lebih banyak pengaruh.

EV Melawan Tren, Namun Dengan Peringatan

Kendaraan listrik bekas bergerak dengan kecepatan yang relatif lebih cepat, dengan rata-rata berada di pasar selama 47,4 hari. Angka ini meningkat dari 41,8 hari pada tahun lalu, namun kenaikan sebesar 13,4% ini tidak sedrastis perlambatan pasar secara umum. Namun, angka ini sangat dipengaruhi oleh dominasi Tesla : merek tersebut menyumbang sebagian besar penjualan kendaraan listrik, dan Tesla cenderung dijual kembali dengan cepat. Tidak termasuk Tesla, rata-rata penjualan EV bekas membutuhkan waktu 57,3 hari – meningkat 15,1% dari tahun ke tahun.

Penjual Tercepat & Paling Lambat

Tesla Model X memimpin hanya dalam 22,6 hari, diikuti oleh SUV Mercedes-Benz EQS (26,9 hari) dan Tesla Cybertruck (27,4 hari). Kendaraan peminat seperti Mazda MX-5 Miata RF dan Toyota GR Supra juga cepat terjual, kemungkinan besar karena terbatasnya pasokan dan tingginya permintaan.

Sebaliknya, Volvo XC60 merana rata-rata 170,2 hari, disusul BMW i5 (153 hari) dan Dodge Hornet (123,7 hari). Perbedaan mencolok antara penjual cepat dan lambat menunjukkan pasar yang terfragmentasi, di mana model tertentu diminati sementara model lainnya kesulitan menemukan pembeli.

Pengaruh Tesla & Implikasinya Lebih Luas

Model Tesla dengan volume lebih tinggi, Model 3 (33,1 hari) dan Model Y (34,9 hari), masih berkinerja baik tetapi peringkatnya semakin turun. Volume penjualan mereka mempengaruhi angka pasar secara keseluruhan, menutupi laju yang lebih lambat dari kendaraan listrik lainnya. Tren tersebut menunjukkan bahwa meskipun Tesla terus mendominasi pasar penjualan kembali, adopsi kendaraan listrik yang lebih luas belum mendorong perubahan signifikan dalam waktu pergantian mobil bekas.

Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa permintaan kendaraan listrik terkonsentrasi pada merek dan model tertentu, sementara banyak mobil berbahan bakar bensin tidak terjual dalam jangka waktu lama. Dinamika ini kemungkinan akan bertahan hingga produksi kendaraan listrik terdiversifikasi, harga menjadi lebih kompetitif, dan infrastruktur membaik.

Попередня статтяMercedes-Benz VLE-Class EV: Era Baru Minivan Mewah
Наступна статтяPorsche 911 Turbo S 2026: Performa Pemecah Rekor