Abad ke-21 ditandai dengan transisi. Itu adalah taruhan yang aman untuk era mana pun, namun kali ini terasa berbeda. Kita sedang menghadapi perubahan yang tak terhindarkan: berakhirnya ketergantungan bahan bakar fosil yang meluas.
Ini bukan dugaan. Itu kimia dasar dan fisika. Batubara dan minyak bumi adalah sisa-sisa organisme prasejarah yang terkubur. Mereka terbatas. Ketika cadangan tersebut habis, dan hal itu akan terjadi, teknologi kita memerlukan perubahan yang baru. Mesin pembakaran internal yang menggunakan bahan bakar bensin atau solar adalah salah satu penyebabnya. Mereka mencemari. Mereka mengonsumsi sumber daya yang langka. Solusinya? Alternatif yang lebih bersih dan tidak terlalu langka.
Hidrogen.
Unsur pertama pada tabel periodik. Hal ini menjanjikan karena menawarkan jalan keluar dari perangkap minyak bumi. Konsep ekonomi hidrogen diciptakan pada tahun 1970 oleh ahli kimia John Bockris. Dia membayangkan masa depan di mana kendaraan sepenuhnya menggunakan hidrogen. Logikanya masuk akal. Tidak ada lagi pembakaran hutan purba untuk menghasilkan karbon untuk memindahkan logam. Mesin pembakaran internal hidrogen akan bebas polusi. Hal ini akan menghilangkan emisi karbon yang mencekik kota-kota kita.
Tapi ada cara yang lebih baik daripada membakarnya.
Hidrogen menggerakkan kendaraan melalui sel bahan bakar. Perangkat ini membagi atom hidrogen. Ini memisahkan elektron tunggal dari proton. Elektron menciptakan aliran listrik. Listrik itulah yang menggerakkan motor. Ini adalah kendaraan listrik pada intinya, tanpa ketergantungan baterai.
Sel bahan bakar tidak menggunakan bahan bakar fosil. Mereka tidak menghasilkan polusi. Mereka tampak seperti penerus ideal mesin pembakaran internal. Kami punya bukti. Honda FCX Clarity sudah tersedia untuk disewa di beberapa bagian California. Itu adalah mobil sungguhan. Ini berhasil.
Jadi mengapa kita belum beralih?
Apakah kendaraan sel bahan bakar hidrogen terlalu bagus untuk menjadi kenyataan? Sebelum Anda mengantri untuk menyewa, kita perlu melihat bahaya kimia yang terkait dengan energi hidrogen. Teknologi itu nyata. Risikonya juga demikian.




















