Saat ini tahun 2024. Kita telah membelah atom dan mendaratkan penjelajah di Mars. Namun, di balik kap sedan Anda terdapat mesin pembakaran internal yang tidak mengubah arsitektur fundamentalnya sejak awal tahun 1900-an. Kami menukar engkol tangan dengan tombol tekan. Kami menukar atasan kanvas dengan sangkar baja bertulang. Tapi tanyakan pada diri Anda: mengapa tidak ada mobil terbang? Dan yang lebih penting lagi, mengapa kita masih menggunakan bahan bakar fosil cair untuk transportasi padahal kita mempunyai sumber listrik yang tidak terbatas?
Jawabannya tidak sederhana. Ini melibatkan fisika, ekonomi, dan ketergantungan yang kuat pada mesin bensin yang menjadi ciri khas abad terakhir.
Daya Tarik Energi Matahari Untuk Mobil
Tenaga surya adalah istilah untuk menggunakan energi matahari untuk menggerakkan perangkat atau sistem kelistrikan. Kami melihatnya di mana-mana. Panel surya terdiri dari jaringan sel surya. Sel-sel ini mengumpulkan energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Anda dapat melihat teknologi ini menggerakkan rumah-rumah. Ini menggerakkan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Itu membuat satelit tetap berada di orbit. Jika diposisikan dengan benar, efisiensinya tidak dapat disangkal.
Tumbuhan menyerap sinar matahari dan menyimpan energi. Hewan memakan tumbuhan. Manusia memakan hewan. Ini adalah rantai alami. Kenapa bukan mobil?
Jika energi matahari bersih dan gratis, mengapa kita tidak menggunakannya untuk menggerakkan mobil? Logikanya tampaknya sempurna. Matahari menyediakan energi tanpa asap knalpot. Ini menyediakan energi tanpa pompa bensin. Sepertinya ini adalah pilihan yang tepat untuk mobil bertenaga surya.
Soal Fisika
Ada potensi untuk menggunakan bahan bakar alternatif seperti etanol dan hidrogen. Mereka menawarkan pengurangan emisi. Namun hal tersebut memerlukan infrastruktur yang tidak kita miliki. Tenaga surya tidak. Anda tidak memerlukan saluran pipa. Anda tidak memerlukan stasiun pengisian bahan bakar baru. Anda hanya perlu ruang atap.
Namun, jumlah energi yang menghantam bumi sangatlah besar. Jumlah energi yang dapat ditangkap oleh sebuah mobil sangatlah kecil. Matahari menghasilkan sekitar 1.000 watt per meter persegi pada jam sibuk. Panel surya pada umumnya mungkin menangkap 20% dari jumlah tersebut. Yaitu 200 watt per meter persegi.
Sebuah SUV berukuran sedang memiliki luas atap sekitar 10 meter persegi. Bahkan pada hari yang sempurna, Anda membutuhkan daya 2.000 watt. Itu adalah 2 kilowatt.
Kendaraan listrik membutuhkan sekitar 15 hingga 20 kilowatt untuk mempertahankan kecepatan di jalan raya. Mesin bensin membakar bahan bakar yang cukup untuk menghasilkan ratusan tenaga kuda. Matahari tidak akan membawa Anda dari Los Angeles ke San Francisco dalam satu kali pengisian daya. Bukan tanpa panel surya seukuran lapangan sepak bola.
Apakah Mobil Bertenaga Surya Merupakan Solusi yang Baik?
Teruslah membaca untuk mencari tahu. Kenyataan dari mobil bertenaga surya bukanlah tentang mengganti pengemudi harian Anda. Ini tentang memperluas jangkauan. Ini tentang pengisian tetesan. Ini tentang menambahkan beberapa mil ke Tesla atau Nissan Leaf setiap hari tanpa mencolokkannya.
Teknologi itu ada. Kami tidak membuat mobil terbang karena kepadatan energi dari sumber listrik adalah hambatannya. Matahari berlimpah. Metode penangkapan dibatasi oleh luas permukaan. Kami tidak menggunakannya untuk menggerakkan mobil sebagai sumber utama karena perhitungan matematika belum mendukungnya.
Namun kesenjangannya semakin dekat. Pertanyaannya bukan apakah kita akan menggunakan energi surya




















